Petani Minta Koperasi Kakao Talangi Biaya Pemangkasan

Petani di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, meminta koperasi kakao untuk menalangi biaya pemangkasan tanaman itu.

"Ini penting dilakukan agar seluruh hasil panen milik petani dapat seluruhnya dibeli oleh koperasi kakao," kata M Nasir, salah seorang petani kakao dihubungi di Banda Aceh, Selasa.

Dijelaskannya, dana talangan yang diberikan koperasi dalam peremajaan tanaman kakao tersebut merupakan salah satu upaya dalam mengikat petani dan tidak masuk tengkulak dalam menampung harga komoditas tersebut.

"Memang selama ini sudah banyak petani menjual biji kakao kering ke koperasi dibanding kepada tengkulak, namun jika tidak dilakukan langkah antisipasi, tengkulak akan memanfaatkan kesempatan tersebut," katanya.

Provinsi Aceh memiliki satu unit koperasi skunder dan sembilan unit koperasi primer. Koperasi yang mewadahi para petani kakao tersebut dibentuk selama program kakao Aceh.

Pihaknya optimistis dengan adanya program talangan dana peremajaan untuk petani, maka upaya untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani akan tercapai di masa mendatang.

"Kami yakin petani akan lebih serius membudidaya tanaman kakao sebab setiap petani memiliki kewajiban untuk mengembalikan modal kerja yang diberikan koperasi tersebut," kata Nasir.

Provinsi Aceh memiliki lahan kakao produktif sekitar 70 ribu hektare dengan rata-rata produksi sebanyak 350-400 kg/ha. Lahan produktif tersebut tersebar di delapan kabupaten sentra kakao di antaranya Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur dan Aceh Tenggara.

   
Komentar Pembaca
Kirim Komentar

Kolom

Infrastruktur Daerah Harus Dibenahi

Apa yang dirasakan daerah sampai saat ini tidaklah banyak  berubah,  kondisinya tetap minim dalam  infrastruktur di berbagai

Bupati Tanah datar M.Shadiq Pasadigoe

Nama Lengkap            : Ir. M. SHADIQ PASADIGOE, SH, MMTempat/Tanggal Lahir    : Batusangkar, 8 Januari 1960Agama                        :  IslamAlamat Kantor